Amalan Al-Qur’an

  • 0

Amalan Al-Qur’an

Category : Uncategorized

Memahami & mempelajari Surat Ath-thariq

وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِ {1} وَمَآأَدْرَاكَ مَاالطَّارِقُ {2} النَّجْمُ الثَّاقِبُ {3} إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ {4} فَلْيَنظُرِ اْلإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ {5} خُلِقَ مِن مَّآءٍ دَافِقٍ {6} يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَآئِبِ {7} إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرُُ{8} يَوْمَ تُبْلَى السَّرَآئِرُ {9} فَمَالَهُ مِن قُوَّةٍ وَلاَنَاصِرٍ {10} وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الرَّجْعِ {11} وَاْلأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ {12} إِنَّهُ لَقَوْلُُفَصْلُُ{13} وَمَاهُوَ بِالْهَزْلِ {14} إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا {15} وَأَكِيدُ كَيْدًا {16} فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا {17}}

Bismillah. Bulan ini (Juli 2014) baca surat ke-86, Ath-Thaariq= 17 ayat. (pelajari dan pahami). terus berdo’a sesuai keinginan kita. semoga dengan mensikapi yang demikian ini, Allah memberikan keselamatan, kemudahan dan keberkahan dalam hidup ini. Semoga Allah meridhoi amal kita. Aamiin…

Surat Ath-Thaariq terdiri atas 17 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al- Balad. Dinamai Ath-Thaariq (yang datang di malam hari) diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

 Pokok-pokok isinya :

Tiap-tiap jiwa selalu dipelihara dan diawasi Allah; merenungkan asal kejadian diri sendiri yaitu dari air mani akan menghilangkan sifat sombong dan takabur; Allah kuasa menghidupkan manusia kembali pada hari kiamat, pada hari itu tidak ada kekuatan yang dapat menolong selain Allah; Al-Quran adalah pemisah antara yang hak dan yang batil.

 Surat Ath-Thaariq menerangkan bahwa tiap-tiap diri tidak luput dari pengawasan Allah. Sebagaimana Allah menciptakan manusia, maka Allah dapat pula menghidupkan kembali bila ia telah mati; keterangan tentang Al- Quran; bujukan kepada Nabi Muhammad saw. terhadap tipu daya orang- orang kafir.

Hubungan Surat Ath-Thaariq Dengan Surat Al-A’laa :

Pada surat Ath-Thaariq diterangkan tentang penciptaan manusia dan diisyaratkan pula penciptaan tumbuh-tumbuhan, sedang pada surat Al-A’laa diterangkan bahwa Allah menciptakan alam dengan sempurna dan dengan ukuran-ukuran tertentu.

 Tafakkur :

Kita berfikir bahwa :

  1. Allah SWT. bersumpah demi langit dan demi sesuatu yang datang mengetuk langit di malam hari. 
  2. Kemudian Allah bertanya untuk menggugah rasa ingin tahu, ‘Tahukah engkau apa yang datang mengetuk langit di malam hari itu.?’ 
  3. Dijawab-Nya, bahwa dialah bintang terang yang cahayanya menembus cakrawala langit sehingga terlihat dari bumi. 
  4. Yang menjadi objek sumpah Allah di atas, bahwa setiap orang pasti ada malaikat yang diserahi untuk menjaganya, dan mencatat amal perbuatannya, yang baik maupun yang buruk. Untuk kelak dibalas atas perbuatannya itu. 
  5. Kemudian Allah mengingatkan, hendaknya manusia mencermati awal kejadian dirinya. 

 Dalam bahasa Arab, Ath-Thaariq berarti “tamu penting yang datang tiba-tiba pada malam hari”. Ayat kedua dan ketiga (Wa maa adraaka maa th-thaariq? dan An-najmu ts-tsaaqib) menjelaskan bahwa “tamu” tersebut adalah “benda langit” (najm) yang mempunyai sifat “melubangi” (tsaaqib).

Sementara menurut sejarah, Surat Ath-Thaariq turun pada tahun 618 M (tahun kedelapan masa kenabian). Pada tahun yang sama, menurut catatan astronomi, muncul komet besar di langit yang kini termasyhur sebagai Komet Halley.  Komet memang “melubangi” permukaan Bumi. Pada awal proses pembentukan tata surya kita, komet-komet membombardir permukaan planet-planet, termasuk bumi, dan menghasilkan lubang-lubang kawah raksasa. Menurut catatan astronom lain diketahui bahwa komet Haley melintasi bumi bukan pada tahun 618 M, melainkan pada 607 M. Ternyata, periode lintasan Komet Haley terus berubah sejak dulu sesuai dengan ukuran massanya yang terus mengecil. Meski demikian, bukan berarti tidak ada benda langit yang melewati bumi pada tahun 618 M tersebut. Datangnya benda langit juga tercatat dalam asbabun nuzul Surat Ath-Thaariq ini.

Saat itu, Abu Thalib mendatangi Rasulullah dengan membawa roti dan susu. Ketika Abu Thalib duduk, sebuah bintang meluncur sehingga daerah sekitarnya seakan dipenuhi api, saking terangnya cahaya bintang tersebut. Abu Thalib bertanya kepada Rasulullah, “Apa ini?” Rasulullah menjawab, “Ini bintang yang dilemparkan dan merupakan satu dari sekian banyak tanda-tanda kekuasaan Allah”. Dan Allah lalu menurunkan ayat ini (Asbab Nuzulil Qur’an, al-Wahidi).

Berdasarkan deskripsi dari kisah Abu Thalib tersebut, Ath-Thaariq adalah meteor yang masuk ke dalam atmosfer bumi. Walaupun demikian, tetap terbuka kemungkinan bahwa Ath-Thaariq yang dimaksud bisa saja komet, meteor, ataupun asteroid. Yang jelas, ia adalah benda langit yang jarang terlihat oleh manusia.

Komet, asteroid, meteorid :

 Menurut Near Earth Object Program NASA :

  1. Asteroid merupakan benda berbatu yang ukurannya relatif kecil, tidak aktif, dan mengorbit Matahari. 
  2. Komet, juga berukuran relatif kecil namun kadang merupakan sebuah benda aktif yang menguapkan es yang ia miliki saat terkena sinar matahari dan membentuk atmosfir (coma) yang terdiri dari debu dan gas. Terkadang, karena komet bergerak cukup cepat, ia membentuk ekor yang terdiri dari debu dan atau gas.
  3. Meteoroid sendiri merupakan partikel kecil yang terlepas dari komet ataupun asteroid. Dari ketiganya, asteroid merupakan benda yang paling menarik untuk dipelajari para ilmuwan.

Seperti diketahui, sampai sejauh ini, ilmuwan belum bisa memahami sepenuhnya bagaimana kehidupan awal terbuat dari zat organik yang tidak hidup, bisa tumbuh dan berkembang di Bumi. Dengan mempelajari asteroid, kita bisa mengetahui lebih banyak. Dilansir Fox News, 30 Juni 2011, asteroid seperti 2 Pallas dan 10 Hygiea, yang diyakini pernah memiliki air, tampak memiliki senyawa organik (berbasis karbon) di dalamnya.
“Saat ini, asteroid tersebut memiliki komposisi kimia yang lebih primitif dibandingkan dengan Bumi. Kondisinya serupa dengan saat tata surya kita masih baru terbentuk,” kata Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA. “Dengan mempelajarinya, kita bisa mengetahui bagaimana kehidupan bisa muncul di planet ini,” ucapnya. Raymond menyebutkan, ada beberapa kondisi yang menjadikan Bumi sangat kondusif bagi kehidupan di masa lalu. “Selain itu, ilmuwan berpendapat bahwa asteroid yang mendarat di Bumi pada zaman dahulu kala telah memberikan materi pembentuk yang membantu memulai kehidupan di planet ini,” ucapnya. (http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/230016-apa-beda-asteroid–komet–dan-meteoroid-)

 SARAN:

 Perbanyak bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada diri kita. 

  1. Rasa keingintahuan terhadap sesuatu informasi bisa kita perbayak membaca al-Qur’an, dan buku-buku yang bermanfaat.
  2. Perhatikan dan perbaiki dalam pendidikan,  politik (negara), sosial masyarakat, kesehatan, peternakan, transportasi dan Teknologi.
  3. Musyawarahkan segala masalah dengan baik. Terimalah ide baik jika itu bermanfaat untuk anda. Jangan kolot dan angkuh jika pendapat anda ada kekurangan. Sadarilah semua orang punya kelebihan dan kekurangan.
  4. Bersabarlah dalam keadaan apapun, jangan mudah marah, dan perbanyaklah beramal shalih.
  5. Jangan ulangi kesalahan yang pernah anda lakukan (taubat) dan berhati-hatilah anda dalam melangkah/memutuskan/mengahadapi suatu masalah.
  6. Perbanyak dzikir, bertasbih, tahmid, tahlil, hauqalah, istighfar, memaafkan dan saling membantu dalam kebaikan.
  7. Jangan takabbur atas segala kesuksesan anda. Perbanyak syukur dan shodaqah.
  8. Gunakan waktu malam untuk shalat, intropeksi diri  dan curhat kepada Allah.
  9. Dalam mencari teman harus selektif dan bermanfaat.
  10. Bertasbihlah dimana engkau melihat atau menerima kabar yang luar biasa/menakjubkan.

Wallahu A’lamu. “SEMOGA BERMANFAAT”


Leave a Reply