Fastabihul Khairat

  • 0

Fastabihul Khairat

Category : Uncategorized

baikan

MARI BERWAQAF MENGUMPULKAN AMAL JARIYAH

Firman Allah SWT : “Kamu sekali-kali belum memperoleh kebaikan, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai, dan sesuatu yang kamu nafkahkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS. Ali Imran [3] : 92)

Hingga belum tiba hari kiamat, pahala-pahala kebaikan akan terus mengalir kepada orang yang melakukannya. Setiap hari kita akan dapat mengisi pundi-pundi pahala kita dengan berbagai macam amal kebaikan yang kita lakukan. Sholat 5 waktu, sholat sunnah, langkah kaki yang bergerak menuju masjid untuk sholat jamaah, puasa, mengaji Al-Qur’an, shodaqoh, berbuat baik kepada orang tua, sayang anak yatim, adalah beberapa amal sholeh diantara ribuan amal baik di dunia. Malaikat pencatat amal tidak akan pernah bosan untuk memasukkannya dalam lembaran buku catatan kebaikan manusia yang kelak akan dibuka pada hari penghisaban.

Lalu bagaimanakah bila manusia itu telah mati …? Bagaimanakah dengan ibu bapak kita yang kita sayangi yang telah tiada …? Adakah kebaikan/pahala yang mengalir bagi mereka walaupun mereka telah wafat, dan jasadnya telah berada di dalam tanah. Dalam sebuah hadist Rasulullah disebutkan : “Apabila anak Adam telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga (macam), yaitu sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang dimanfaatkan, atau anak sholeh yang mendo’akannya.” (HR. Muslim)

Terputusnya nyawa tidak selalu membuat terputusnya amal. Memang dengan jasad yang sudah tertanam di dalam tanah, manusia tidak lagi bisa memperbanyak amal sekehendak hati. Namun bukan berarti yang meninggal tidak bisa lagi mendapat manfaat pahala kebaikan. Masih ada beberapa amal yang terus menerus akan mengalirkan pahala walaupun si empunya amal sudah meninggal dunia. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya diantara amal dan kebaikan-kebaikan yang sampai kepada orang mukmin setelah dia meninggal dunia hanyalah ilmu yang pernah dia ajarkan dan sebarkan, atau anak sholeh yang dia tinggalkan, atau mushaf (Al-Qur’an) yang dia wariskan, atau masjid yang dia bangun, atau rumah yang dia bangun untuk ibnu sabil, atau sungai yang dia gali, atau shodaqoh yang dia keluarkan dari hartanya untuk kesehatannya dan hidupnya, yang semua itu sampai kepada mereka setelah dia meninggal dunia.” (HR. Ibnu Majah)

Dari hadits tersebut, kita dapat mengambil hikmah, bahwa kita harus sungguh-sungguh beramal kebaikan yang sifatnya dapat memberikan aliran pahala secara terus-menerus walaupun kita sudah tiada. Hikmah yang lain adalah petunjuk bahwa kita dapat membantu orang – orang yang telah wafat (mungkin orang tua kita) untuk mendapat aliran pahala di alam kuburnya.

Salah satu bentuk amal jariyah yang dapat mengalirkan pahala kebaikan secara terus menerus adalah WAQAF. Pengertian waqaf menurut bahasa berarti ‘menahan’. Sedang menurut istilah syara’, berarti menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, artinya tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja.

Hukum waqaf pada dasarnya “jaiz” atau diperbolehkan. Namun karena begitu pentingnya nilai dari Waqaf, maka hukum waqaf sangat dianjurkan (sunnah). Waqaf senilai amal jariyah, karena ia  bukan sekedar sedekah biasa, disebabkan pahala dan manfaatnya yang besar diperoleh (pahalanya mengalir terus) bagi orang yang mewaqafkan.

Yayasan Sabilillah mengajak seluruh kaum muslimin muslimat yang mendapat Rahmat dari Allah SWT untuk turut serta berlomba-lomba mengumpulkan pundi-pundi amal jariyah dengan ikut berpartisipasi dalam program waqaf pembebasan tanah untuk panti putri yang berlokasi di Jl. Sedati Agung II Sidoarjo dengan luas tanah 1.400 m2. Nantinya di tempat ini akan dibangun asrama panti putri lengkap dengan sekolah, masjid, koperasi serba usaha, dan penginapan untuk para wali santri ataupun para donatur yang ingin berkunjung. Mengadaptasi manajamen panti modern Islami terpadu, insyaallah akan menjadi panti asuhan percontohan di masa depan. Ayo mari bergegas melakukan amal kebaikan dalam program waqaf, yang insyaallah pahalanya akan terus mengalir hingga dalam kubur. Tidak hanya bagi diri kita sendiri yang masih hidup, mari kita berwaqaf bagi orang tua kita yang telah tiada agar merekapun dapat memperoleh aliran pahala walau ada di alam kubur. Fastabiqul khoirot, jadilah yang pertama dalam mengerjakan amal kebaikan. (Mrs. Hwa – red, berbagai sumber)


Leave a Reply