Puasa untuk Anak

  • 0

Puasa untuk Anak

AKU MAU PUASA, BUNDA…!

Oleh : Bunda Khalif

anak-puasa1ALHAMDULILLAH… RAMADHAN TELAH TIBA

Sudah beberapa hari belakangan ini si Khalif mendendangkan lagu yang sama setiap saat. Lagu sederhana yang diajarkan oleh guru di sekolahnya, yaitu tentang puasa.

Ibadah puasa melatih sabar..

Dari rasa haus dan rasa lapar

Menjaga lidah berucap tak benar

Menahan tlinga dari yang haram didengar

Bulan ramadhan..bulan puasa

Pahala puasa tak terhitung banyaknya…

Hmm.., bagus juga syair lagu ini ya, saya berkata dalam hati ketika mendengarnya. Bisa memahamkan perintah puasa kepada anak-anak yang belum mengerti  tentang syariat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. Kadang kita memang perlu memakai lagu atau nyanyian untuk memahamkan suatu hal yang rumit kepada anak-anak agar mereka bisa menerima dengan senang hati dan mau menjalankan tanpa paksaan.

Nah.., ini dia, si Khalif sudah ribut tentang puasa beberapa hari menjelang ramadhan. Dia sudah tidak sabar ingin ikut puasa. Rupanya guru di sekolah sudah memahamkan bahwa puasa ramadhan dapat pahala masuk surga, sehingga si Khalif jadi semangat ingin ikutan puasa agar bisa masuk surga. Wah, boleh juga nih..

Ramadhan pun tiba. Khalif dengan semangat ikut berangkat ke masjid untuk sholat taraweh bersama. Tawa riang dan celotehnya tak henti-henti, apalagi di masjid ramai jamaah dan anak-anak, klop sudah. Puasa hari pertama dimulai. Khalif mengawali dengan makan sahur, sholat subuh jamaah di masjid, lalu jalan-jalan pagi. Hari mulai beranjak siang, udara terasa semakin panas, dan Khalif mulai mengeluh haus. Sayapun mengingatkan bahwa dia sedang puasa, dan Khalif berlalu. Setelah sholat dhuhur, Khalif mulai tidak semangat, badannya lemas, beberapa kali mengeluh akan lapar yang mendera. Saya tersenyum dan ikut  menyemangati ibadah puasa yang dilakukannya. Mulai saya berikan alternatif, apakah tidur siang atau permainan bongkar pasang yang disukainya. Khalifpun memilih bermain sebentar, lalu tertidur karena rasa kantuk yang mendera, dan baru bangun setelah ashar.

Hari-hari di awal puasa akan terasa berat karena anak belum terbiasa. Insyaallah, setelah seminggu akan lebih mudah melewatinya, bahkan menikmatinya.

Ibadah puasa wajib bagi kaum muslim yang sudah baligh, sehat dan berakal. Dan perlu mengajarkan anak-anak untuk belajar ikut puasa agar menjadi pembiasaan atau latihan agar tidak berat bila kewajiban puasa sudah berlaku padanya. Dengan puasa, anak akan belajar ikhlas yang hakiki kepada Allah SWT, dan akan merasa selalu diawasi oleh-Nya dalam kesendiriannya. Dia akan terlatih untuk menahan diri dari hasrat kepada makanan sekalipun lapar, dan minuman sekalipun haus. Puasa akan menguatkan daya kendali/kontrol pada anak-anak terhadap segala keinginan. Disini anak akan belajar bersabar dan tabah.

Mengajari anak puasa memang perlu kesabaran, sekali lagi kesabaran. Orang tua, khususnya sang ibu harus memiliki seribu satu macam cara untuk membuat sang anak bisa melanjutkan puasa hingga akhir ramadhan. Tidak sedikit godaan yang datang, baik dari teman, lingkungan atau dari si anak sendiri, yang kadang membuat emosi jadi naik. Tetapi itulah ibadah kita. Mengajari sesuatu yang baik harus dengan kesabaran dan kebaikan. Insyaallah akan berhasil.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dipakai dalam mengajari anak puasa :

  1. Berikan pemahaman puasa ramadhan kepada anak, baik dengan cerita langsung, memakai lagu atau film atau buku cerita anak Islami yang ada.
  2. Membuat suasana rumah  menyenangkan dalam menyambut bulan ramadhan, misal membuat menu makanan kesukaan, taraweh dan tadarrus Al-Qur’an bersama, saling memberi semangat antar anggota keluarga, dan selalu tersenyum.
  3. Membantu membuat jadwal harian bulan ramadhan, sehingga anak dapat tidur di awal dan dapat bangun untuk sahur, serta mengisi hari-hari ramadhan dengan kegiatan menyenangkan.
  4. Mencarikan teman bermain yang bisa memberikan semangat untuk berpuasa, misal di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) sambil mengaji atau anak-anak tetangga yang juga berpuasa.
  5. Mengajak melakukan kegiatan yang asyik tapi bernilai ibadah, seperti membuat dan membagi takjil gratis untuk orang berbuka puasa, mengajak memberi sedekah untuk orang tidak mampu,  berkunjung ke panti asuhan, mengajak berzakat, dan takbir keliling menjelang idul fitri.
  6. Bisa membuat jadwal buka puasa dan sholat taraweh keliling ke masjid-masjid besar seperti masjid Al-Akbar, masjid Al-Falah, masjid Ampel, masjid Cheng Hoo, atau masjid lainnya, agar anak merasa senang sekaligus pembelajaran untuk melekatkan kecintaan pada masjid di hati.
  7. Menjadikan ramadhan bulan spesial dengan banyak kesan mendalam di hati anak, sehingga anak terpacu untuk berpuasa lagi di bulan ramadhan berikutnya.

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan. Selamat berjuang mencari pahala dengan mengajari buah hati berpuasa. Selamat mendapatkan pahala kebaikan. Insyaallah..! 

Image by: http://inspirasi.me/


Leave a Reply