amalan bulan ramadhan

  • 0

amalan bulan ramadhan

e6309-ramadan-2012-2

https://eydasukiman.files.wordpress.com/2014/06/e6309-ramadan-2012-2.jpg

 

Amalan di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sungguh adalah bulan penuh dengan limpahan pahala. Bahkan pahala setiap amalan akan dilipatgandakan di bulan Ramadhan. Berikut penjelasannya.:

Allah Ta’ala berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. (QS. Al-Baqarah: 185)

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan (bulan puasa) dibanding bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan tersebut, Allah memilihnya sebagai waktu turunnya Al Qur’an yang mulia”. Ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa dari bulan lainnya.

 

Berikut ini beberapa amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan :

Pertama, menjaga shalat lima waktu secara berjama’ah di masjid :“Barangsiapa berwudhu dengan sempurna untuk melaksanakan shalat, kemudian ia berjalan kaki menuju shalat wajib, sehingga ia melaksanakan shalat wajib tersebut bersama masyarakat, atau berjama’ah, atau di masjid, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 232)

Kedua, melaksanakan shaum Ramadhan : “Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Ketiga, melaksanakan shalat tarawih dan witir :“Barangsiapa melakukan shalat malam Ramadhan (tarawih dan witir) karena keimanan dan mengharapkan pahala di sisi Allah, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

Keempat, diutamakan melaksanakan shalat tarawih dan witir secara berjama’ah di masjid sampai selesai bersama dengan imam :“Dari Abu Dzar ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Jika seseorang melakukan shalat [tarawih dan witir] bersama imam sampai selesai, niscaya dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud no. 1375, Tirmidzi no. 806, An-Nasai no. 1364)

Kelima,  bersungguh-sungguh dalam mengisi waktu malam dan siang dengan memperbanyak ibadah. Terlebih pada waktu malam, diutamakan untuk memperbanyak shalat sunah, membaca al-Qur’an, doa, dzikir, istighfar, dan amal kebajikan lainnya : “Dari Aisyah ra. berkata: “Kebiasaan Rasulullah saw. jika telah datang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah beliau menghidupkan waktu malam [dengan ibadah], membangunkan keluarga [istri-istrinya], bersungguh-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya”. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Keenam, memperbanyak sedekah dan infak :“Dari Ibnu Abbas ra. berkata: “Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan dan saat beliau paling dermawana adalah di bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemui beliau. Malaikat Jibril senantiasa menemui beliau pada setiap malam dalam bulan Ramadhan untuk saling mempelajari al-Qur’an. Pada saat itu Rasulullah lebih dermawan dalam melakukan amal kebajikan melebihi (cepat dan luasnya) hembusan angin”. (HR. Bukhari no. 6 dan Muslim no. 2308)

Ketujuh, I’tikaf : Disunahkan melakukan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang yang memiliki kemampuan dan tidak memiliki halangan. “Dari Aisyah ra. berkata: “Nabi saw. selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian para istri beliau melakukan i’tikaf sepeninggal beliau”. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Kedelapan,  umrah di bulan Ramadhan : “Jika datang bulan Ramadhan, maka lakukanlah olehmu umrah, sebab umrah pada bulan tersebut setara [pahalanya] dengan [pahala] haji”. (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256)

 “Sesungguhnya [pahala] umrah di bulan suci Ramadhan itu setara dengan pahala haji atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863 dan Muslim no. 1256)

Inilah di antara amal-amal shalih yang seharusnya menjadi konsentrasi kita pada bulan suci Ramadhan. Semoga Allah mengaruniakan ampunan, lailatul qadar dan ridha-Nya kepada kita. Wallahu a’lam