Penyakit Gudik

  • 0

Penyakit Gudik

GUDIK (SCABIES)

Oleh: dr. Dhita Karina, SpKK (Dokter RS. Delta Surya Sidoarjo)

 

penakit

Penyakit gudik atau scabies berasal dari bahasa Latin “scabere” yang berarti menggaruk (to scratch), disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Ada tau

Gejala dimulai sekitar 4-6 m

inggu setelah kontak dengan tungau pada orang yang belum pernah terkena gudik sebelumnya, pada orang yang sudah pernah terkena gejala biasanya timbul lebih awal sekitar 1-4 hari setelah pajanan. Tungau Sarcoptes scabiei berukuran kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Ukuran tungau betina sekitar 330-450 mikron x 250-350 mikron, sedangkan yang jantan sekitar 200-240 mikron x 150-200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki yang dapat digunakan untuk melekat. Tungau betina setelah dibuahi akan menggali terowong

an (burrow/kunikulus) di bawah kulit sambil meletakkan telurnya 2-4 butir sehari sampai mencapai jumlah 40-50, kemudian telur akan menetas dalam waktu 3-5 hari dan menjadi larva. Setelah 2-3 hari larva akan menjadi nimfa. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai dewasa memerlukan waktu 8-12 hari. Tungau betina setelah dibuahi dapat hidup sampai sebulan, sedangkan yang jantan akan mati setelah membuahi.

dugaan bahwa setiap siklus 30 tahun terjadi epidemi gudik. Banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini, antara lain sosial ekonomi yang rendah, higiene yang buruk, hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas dan perkembangan dermografik serta ekologik. Penyakit gudik ini menyebar di seluruh dunia dan dapat mengenai semua ras. Penyakit ini menyebar cepat pada lingkungan yang padat misalnya tempat penitipan anak, penjara, pondok pesantren, kos-kosan, dan lain-lain. Cara penularannya (transmisi) dapat melalui kontak langsung (kulit dengan kulit) maupun kontak tidak langsung (benda), misalnya pakaian, handuk, sprei, bantal, air, binatang dan lain-lain.

Ada 4 tanda kardinal yang merupakan gejala dari penyakit gudik ini, yaitu

  1. Gatal terutama malam hari. Hal ini karena aktivitas tungau lebih tinggi pada malam hari.
  2. Ada riwayat kontak dengan keluarga/teman dengan gejala gatal-gatal yang sama, karena penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok
  3. Ditemukannya terowongan (burrow) pada tempat-tempat khas di kulit. Terowongan akan tampak sebagai garis lurus / berkelok-kelok putih atau keabuan, rata-rata panjangnya 1 cm, di bagian ujungnya ditemukan bintik atau bintil.
  4. Menemukan tungau. Tungau akan tampak dengan pemeriksaan di bawah mikroskop.

Kelainan yang tampak pada kulit berupa bintik-bintik atau bintil-bintil yang dapat berisi air pada tempat-tempat khas timbulnya lesi dari penyakit gudik ini, misalnya pada sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian dalam, siku bagian luar, ketiak bagian depan, payudara (wanita), pusar, pantat, perut bagian bawah, kelamin (pria). Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan kaki. Tetapi dapat juga lesi-lesi ini tidak tampak lagi akibat garukan-garukan karena rasa gatal yang hebat dan sering juga sudah terjadi infeksi sekunder karena kuman.

Penyakit ini dikatakan merupakan peniru dari banyak penyakit kulit lain (the great imitator), misalnya dermatitis, pedikulosis, prurigo, dan lain-lain. Oleh karena itu penegakkan diagnosis yang tepat sangat diperlukan.

Pengobatan penyakit gudik ini menggunakan obat-obat pembunuh tungau yang harus diberikan dengan menggunakan resep dokter, sehingga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin dahulu sebelumnya.

Obat-obat pembunuh tungau biasa tersedia dalam bentuk krim atau lotion, penggunaannya dioleskan pada seluruh tubuh mulai dari dada atas sampai ujung-ujung tangan dan kaki (area tubuh yang tidak ada lesi tetap diolesi) kemudian didiamkan tidak boleh terkena air selama 10 jam. Obat-obatan oral lain misalnya anti gatal, antibiotik (bila ada infeksi sekunder) dapat tetap diberikan. Bila dalam waktu 7 hari keluhan tidak berkurang penggunaan obat pembunuh tungau dapat diulang lagi atau diganti dengan preparat lain disesuaikan dengan kondisi klinis saat itu. Selain itu semua benda-benda yang pernah kontak dengan pasien harus dicuci dengan air panas, dan orang lain dengan gejala sakit yang sama harus diobati secara bersamaan.